Lelucon yang dibuat pada 1 April (April Mop) adalah
lelucon yang penuh kedustaan. Intinya hanya ingin membuat orang lain tertawa
karena kebodohan orang lain. Dan ini pun menyakiti dan menakut-nakuti orang
yang dicandai.
Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,
وَيْلٌ
لِلَّذِى يُحَدِّثُ فَيَكْذِبُ لِيُضْحِكَ بِهِ الْقَوْمَ وَيْلٌ لَهُ وَيْلٌ لَهُ
“Celakalah orang yang berbicara
kemudian dia berdusta agar suatu kaum tertawa karenanya. Kecelakaan untuknya.
Kecelakaan untuknya.” (HR. Abu Daud no. 4990 dan Tirmidzi no. 2315. Al Hafizh
Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan). Lihatlah orang yang
membuat cadaan, lawakan dikatakan celaka. Ini adalah ancaman baginda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bagi para pelawak yang hanya ingin membuat
penonton tertawa.
Kadang candaan dan lelucon yang dibuat dengan mengambil lalu
menyembunyikan barang orang lain. Padahal Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam telah
bersabda,
لاَ
يَأْخُذَنَّ أَحَدُكُمْ مَتَاعَ أَخِيهِ لاَعِبًا وَلاَ جَادًّا
“Tidak boleh seorang dari kalian
mengambil barang saudaranya, baik bercanda maupun serius.” (HR. Abu
Daud no. 5003 dan Tirmidzi no. 2160. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa
sanad hadits ini shahih).
Orang yang mengambil hendaklah mengembalikannya,
وَمَنْ
أَخَذَ عَصَا أَخِيهِ فَلْيَرُدَّهَا
“Siapa yang mengambil tongkat
saudaranya, hendaklah mengembalikannya” (HR. Abu Daud no. 5003)
Membuat orang lain takut walau maksudnya bercanda termasuk dosa.
Pernah di antara sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
berjalan bersama beliau, lalu ada seseorang di antara mereka yang tertidur dan
sebagian mereka menuju tali yang dimiliki orang tersebut dan mengambilnya. Lalu
ia pun khawatir (takut). Lantas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لاَ
يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يُرَوِّعَ مُسْلِمًا
“Tidak halal bagi seorang muslim
menakut-nakuti muslim yang lain.” (HR. Abu Daud no. 5004 dan
Ahmad 5: 362. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan).
Kita sering dahulu melihat ada yang melakukan seperti itu. Ada
yang sengaja menyembunyikan sendal temannya di masjid . Ketika ia keluar, ia
pun kebingungan. Nah, ketika sudah pada puncak kebingungan setelah sejam
mencari, barulah barang miliknya dikembalikan. Hal ini tidaklah dibolehkan. Sampai-sampai
Imam Abu Daud (Sulaiman bin Al Asy’ats As Sajistaniy) membuat bab tersendiri
dalam kitab sunannya dengan membawakan hadits-hadits yang penulis sebutkan di
atas. Beliau membuat judul bab, “Siapa
yang mengambil barang orang lain dalam rangka bercanda.”
Yang dahulu pernah melakukan seperti itu, maka minta maaflah
pada saudaranya dan banyaklah bertaubat.
Ingat pula bahaya dusta. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,
مَنْ
غَشَّنَا فَلَيْسَ مِنَّا، وَالْمَكْرُ وَالْخِدَاعُ فِي النَّارِ
“Barangsiapa yang menipu, maka
ia tidak termasuk golongan kami. Orang yang berbuat makar dan pengelabuan,
tempatnya di neraka” (HR. Ibnu Hibban 2: 326. Hadits ini shahih sebagaimana kata
Syaikh Al Albani dalam Ash Shahihah no. 1058).
Jika dikatakan tidak termasuk golongan kami, maka itu
menunjukkan perbuatan tersebut termasuk dosa besar.
Intinya,
april mop yang dirayakan adalah suatu yang diharamkan di dalam Islam. Tanpa
kita menilik pada sejarah munculnya perayaan ini, intinya seorang muslim tidak
boleh melegalkan bohong dan dusta pada saat April Mop, juga di hari lainnya.
Semoga Allah memberi taufik dan hidayah. Wallahul muwaffiq.






0 komentar:
Posting Komentar